KUKERTA UNRI 2022 Demontrasikan Pembuatan Pupuk Kandang ke warga Kel. Tangkerang Timur 


Pekanbaru, seputarriau.co  - Pupuk kandang merupakan olahan kotoran hewan yang berasal dari hewan baik unggas maupun mamalia ternak yang berfungsi untuk memperbaiki kesuburan dan struktur tanah. Pada kesempatan kali ini mahasiswa KUKERTA UNRI Kelurahan Tangkerang Timur mengedukasi warga setempat terutama ibu-ibu PKK mengenai pembuatan pupuk kandang yang dilakukan pada Sabtu,06 Agustus 2022 yang bertempat di Aula kantor lurah Tangkerang Timur.

 Mahasiswa yang tergabung dalam kelompok KUKERTA UNRI ini adalah Hamzah Alfandi, Sawaluddin, Hanif Ahmad Iqbal dari Prodi Teknik Mesin, Susan Safutri, Nida Nafisah, Tyara Octavia dari prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Malika Aprilya Putri, Putri Annisa Muzdalifah, Fidela Raissa Widyadhana dari prodi manajemen sumberdaya perairan, dan Riki Ramadani dari prodi kimia. Edukasi pembuatan pupuk kandang yang dilakukan mahasiswa KUKERTA UNRI ini menggunakan pupuk kandang kambing, kotoran ternak mengandung sejumlah hara yang diperlukan kesuburan tanaman seperti nitrogren (N), Phosfor (P), dan kalium (K). Kotoran kambing dipilih karena teksturnya yang tidak terlalu lembek, kotoran kambing memiliki kandungan unsur hara yang seimbang dibanding yang lain.

 Fermentasi merupakan penguraian bahan-bahan organik dalam kotoran menjadi unsur bara yang lebih stabil dan mudah diserap tanaman. Alasan fermentasi adalah kotoran kambing yang masih segar bersifat panas karena kandungan amoniak yang cukup tinggi.

Menurut Tim KUKERTA UNRI, kegiatan ini diadakan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat bahwa kotoran kambing mampu dimanfaatkan menjadi pupuk dikarenakan populasi ternak kambing meningkat di kelurahan Tangkerang Timur. Selain itu tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk memberikan pandangan baru kepada masyarakat bahwa pupuk dari kotoran kambing yang menjadi potensi besar di Kelurahan Tangkerang Timur akan memiliki nilai jual yang lebih kepada masyarakat untuk dimanfaatkan. 

Riki Ramadani menjelaskan proses pembuatan pupuk kandang diawali dengan menyortir kotoran kambing dari bahan-bahan yang tidak dapat terurai. Selanjutnya kotoran kambing disiram menggunakan bioaktivator EM4 yang memiliki kandugan bakteri laktobacillus dan Saccaromyses, yang diaktifkan dengan pencampuran air dan nutrisi berupa gula merah. Fungsi EM4 sebagai penambah nitrogen, pelarut phosfat, dan dekomposisi bahan organik. Perbandingan larutan bioaktifator adalah 1 liter air,  20 gram gula merah, dan 1 tutup botol EM4, untuk 25 Kg kotoran kambing. Kemudian tunggu hingga 30 hari agar hasilnya maksimal dan dapat langsung di berikan pada tanaman.


Ketua PKK Kelurahan Tangkeran Timur, Ibu Mida mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KUKERTA UNRI yang sudah berkenan menyelenggarakan kegiatan yang positif bagi masyarakat Kelurahan Tangkerang Timur. 

“ Saya berterimakasih kepada mahasiswa KUKERTA yang sudah memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan harapan saya semoga dengan diadakannya sosialisasi ini masyarakat mampu menerapkan ilmu yang telah didapatkan dan sama-sama memanfaatkan potensi dari kotoran ternak menjadi sesuatu yang memiliki nilai jual dan membantu perekonomian masyarakat” katanya.

 Salah satu warga, Bapak Heri menyampaikan rasa senang dan antusias selama keigatan sosialisasi berlangsung, menurutnya informasi yang disampikan sudah sangat jelas. Semoga ilmu yang didapatkan masyarakat dapat diamalkan dan disebarluaskan kepada masyarakat lainnya.  

(MN)


 

 

 


[Ikuti Seputar Riau Melalui Sosial Media]






Tulis Komentar